Perkembangan Literasi Anak Usia 0 sampai 12 Bulan - Simply Nurmasari

Perkembangan Literasi Anak Usia 0 sampai 12 Bulan

BAGIKAN:

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on facebook
Share on telegram

Bagaimana mengajak anak untuk cinta membaca dan bagaimana ya caranya mengajarkan membaca sejak dini? Pertanyaan ini selalu diajukan oleh banyak orang tua masa kini. Dalam blog ini saya akan menjabarkan bagaimana perkembangan literasi anak usia 0-6 tahun dan apa saja stimulasi yang bisa dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas.

Literasi secara umum didefinisikan sebagai kemampuan membaca, menulis, mendengarkan dan berkomunikasi. Jadi sangat keliru jika menyebut kemampuan literasi hanya melulu tentang belajar membaca saja. Kemampuan literasi dapat distimulasi sejak lahir. Memanfaatkan masa sensitif pada anak usia 0-6 tahun akan perkembangan bahasanya sangat bermanfaat pada kemampuan akademik di usia sekolah dasar.

Stimulasi yang diberikan bertahap di setiap perkembangannya. Lalu bagaimana tahapannya perkembangan kemampuan literasi anak usia 0-6 tahun? Dan apa saja bentuk stimulasi yang bisa diberikan?

Saya akan mendeskripsikan tahapan perkembangan kemampuan literasi dalam 5 bagian. Dalam setiap bagian terdapat penjelasan tentang bagaimana perkembangan motorik, kognisi dan komunikasi, dan apa saja stimulasi bacaan yang bisa diberikan pada anak sesuai perkembangannya. Berikut adalah bagian pertama yaitu perkembangan usia 0-12 bulan.

Usia Nol Hingga Enam Bulan

Bayi baru lahir bukan berarti belum bisa distimulasi kemampuan literasinya. Mereka justru sudah memiliki kemampuan mendengarkan, melihat dan belajar yang baik. Stimulasi yang bisa dilakukan melalui bermain, bernyanyi, berbicara dan membacakan buku:

Berikut beberapa permainan yang bisa dilakukan dengan bayi usia 0-6 bulan:

  1. Swaying-Swaying : pangku bayi dan kepala bayi di atas dua telapak tangan orang dewasa. Kemudian goyang ke kanan dan kiri sambil menyanyikan lagu-lagu anak. Kegiatan ini merupakan stimulasi sensori yang bertujuan melatih kesadaran tubuh, kemampuan mendengar dan penglihatan.
  2. Pom-Pom Play : pegang pom-pom arahkan pada pandangan bayi. Gerakan ke kanan dan kiri agar bayi mengikuti arah pergerakan pom-pom. Kemudian sentuhan pada bagian tubuhnya, biarkan dia merasakan objek di tubuhnya. Kegiatan ini merupakan stimulasi taktil yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan penglihatan dan koordinasi mata.
  3. Memijat : lepas pakaian bayi kemudian mulai pijatan lembut pada bagian tubuh bayi menggunakan ujung jari. Penggunaan minyak yang minyak yang biasa digunakan bayi untuk memijat sangat dianjurkan. Kegiatan ini merupakan stimulasi taktil yang bertujuan melatih perkembangan sosial, emosi dan juga kesadaran akan tubuh.
  4. Ekspresi Muka : pilih waktu ketika bayi terjaga dan merupakan masa reseptifnya. Pangku bayi dan pastikan wajah bayi menghadap ke wajah anda. Lihat mata bayi kemudian mulailah berekspresi tersenyum, membuka mulut, menaikan alis mata, menjulurkan lidah. Lalu lihat wajahnya lagi dan panggil namanya dengan lembut. Kegiatan ini merupakan stimulasi kemampuan pendengaran dan bertujuan untuk melatih perkembangan emosi, sosial dan juga indra penglihatan.
  5. Baby’s First Book : judul buku ini biasanya yang bisa digunakan untuk mulai membacakan cerita pada bayi. Spesifikasi bukunya adalah kecil, bentuk kotak segiempat, sampulnya tebal. Jika bayi meremas, megenggam dan melempar buku akan tetap aman dan tidak rusak. Buku biasanya hanya berupa gambar dan minim teks bacaan untuk digunakan orang tua membacakannya dengan mendeskripsikan gambar dengan ekspresi suara dan wajah.

Jadi carilah kegiatan yang paling nyaman dilakukan dan nikmatilah setiap momen ketika bermain, bernyanyi, berbicara dan membaca. Setiap momen akan sangat berharga dan menjadi pengalaman yang bahagia bagi bayi anda.

Usia Enam Hingga 12 Bulan

Perkembangan Motorik

Perkembangan motorik bayi usia 6 adalah bisa menegakan kepala dan duduk di pangkuan tanpa bantuan. Menggenggam buku, menjilat-jilat atau mencoba memakannya dan melempar buku.

Perkembangan Kognisi dan Komunikasi

Bayi usia 6-12 bulan sedang belajar tersenyum, mengoceh dan meniru nada dan ekspresi suara dari orang dewasa yang menjaganya. Mulai mengucapkan suku kata seperti ‘da’, ‘ma’, ‘pa’. Mulai merespon ketika namanya dipanggil. Mereka juga tertarik untuk menunjuk gambar yang menarik di buku dengan menepuk-nepuk gambarnya.

Stimulasi

Mengajak bicara bayi dengan melakukan kontak mata. Berpelukan, berbicara, bermain dan membacakan cerita adalah stimulasi yang paling baik dilakukan pada usia ini. Contoh kegiatan dibawah ini:

  1. Music Maker : Bayi usia 6 bulan sangat memiliki indra yang sangat sensitif. Pada usia ini, mereka ingin menggunakan tangannya untuk mengekplorasi lingkungannya. Salah satunya adalah dengan menggerakan instrument akustik sehinggu menimbulkan suara irama tertentu. Maka bermain instrument akustik bisa sangat membantu melatih indra pendengaran. Instrument akustik dapat dibuat sendiri dari bekas botol air mineral dengan beras ataupun batu.
  2. Spotlight game: Menggunakan senter untuk menunjuk barang-barang di sekitar anak membuat matanya terbuka. Nyalakan senter kemudian gerakan pada barang-barang dan ajak anak untuk melihat barang yang disorot cahaya senter dan diamkan sejenak agar anak bisa fokus sebentar pada barang yang disorot. Kegiatan ini dapat melatih konsentrasi dan fokus serta kemampuan indra penglihatan.
  3. Tantalizing Textures : Buku-buku bertekstur dapat membantu bayi menembukan perbedaan jenis bahan dan membantu anak memahami konsep halus, kasar, lunak, dan empuk. Buku-buku jenis seperti ini juga membantu anak mengekspresikan perasaannya ketika meraba perbedaan tekstur pada jenis bahan yang berbeda. Apakah dia menyukai permukaan yang halus ataupun kasar.

Buku  Bacaan

Buku-buku dengan sampul karton tebal atau sampul berbahan kain sangat direkomendasikan untuk anak usia ini. Temanya adalah gambar ekspresi-ekspresi wajah dan buku tentang lagu-lagu anak yang berima merupakan pilihan yang tepat bagi bayi.

Contohnya.

 

Nurmasasri, 14 Mei 2021