Mengoptimalkan Kemampuan Anak Dengan Mengikuti Periode Sensitif / Sensitive Period - Simply Nurmasari

Mengoptimalkan Kemampuan Anak Dengan Mengikuti Periode Sensitif / Sensitive Period

BAGIKAN:

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on facebook
Share on telegram

Pernahkah bapak ibu merasa terlalu tua untuk mencoba sesuatu hal yang baru? Misalnya ada seseorang di usia 26 tahun baru memiliki kesempatan belajar mengendarai sepeda.

Berbeda dengan anak usia 0-6 tahun mereka mempunyai periode tertentu untuk melatih kemampuan tertentu. Maria Montessori menyebut periode ini sebagai Sensitive Period atau Periode Sensitif.

Periode Sensitif adalah masa yang optimal untuk melatih kemampuan dan mempertajam konsep tertentu yaitu pada usia 0-6 tahun. Oleh karena itu, akan sangat maksimal jika kita para orang tua mengetahui kapankah masa yang baik untuk melatih kemampuan tertentu.

Berikut ini adalah pedoman umum untuk mengetahui masa-masa terbaik untuk mengoptimalkan kemampuan-kemampuan balita.

 

0 – 1 ½ tahun : Belajar Melalui Bergerak

Anak-anak usia ini bertumbuh dan berkembang dengan bergerak. Misalnya ketika bayi sedang belajar tengkurap, mereka akan mengangkat sedikit kepalanya terus menerus. Oleh karena itu, pada masa ini sangat baik mempersiapkan ruang yang nyaman, luas dan aman untuk mereka bergerak.

 

0 – 3 tahun : Perkembangan Sensorial

Masa ini sangat baik untuk melatih dan mempertajam kemampuan sensorialnya (baca artikel tentang Sensorial disini).

 

1 ½ – 3 tahun : Perkembangan Bahasa Verbal

Anak pada usia ini sangat sensitif pada stimulasi bahasa. Kosakata apapun yang mereka dengar akan terserap dengan sangat baik. Sehingga masa ini sangat baik untuk menstimulasi satu atau multi bahasa.

1 ½ – 4 tahun : Perkembangan Koordinasi Muskular

Koordinasi muscular adalah kemampuan anak untuk mengontrol, menggunakan dan merespon gerakan dengan baik. Misalnya, ketika anak belajar makan dengan menggunakan sendok, anak tidak langsung dapat memasukan sendok ke mulut dengan mulus. Sehingga kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan koordinasi antara mata, tangan dan kaki harus diberikan kesempatan untuk dilatih sejak dini.

 

2 – 4 tahun : Sensitif Dengan Rutinitas

Pernahkah anda merasakan bahwa anak menjadi sangat rewel ketika diajak ke tempat yang baru untuk menginap? Ini ada hubungannya dengan sensitifitas anak terhadap rutinitas. Mereka akan lebih tenang dan nyaman ketika mereka tahu kegiatan apa yang biasanya akan dilakukan.

Hal ini juga berlaku pada susunan barang-barang yang ada dirumah. Mereka akan lebih memperhatikan jika ada barang-barang yang dipindahkan dari tempat biasanya. Oleh karena itu, sebaiknya tidak terlalu sering mengganti posisi barang di rumah.

 

2 – 6 tahun : Sensitif Terhadap Musik

Sensitifitas terhadap musik pada usia ini sering dimanfaatkan orang dewasa untuk mengenalkan banyak konsep melalui lagu. Anak tidak akan merasa bosan belajar hal baru melalui musik. Selain itu, belajar lewat music sangat effortless bagi anak.

 

2 ½ – 6 tahun : Perkembangan Sosial

Bapak ibu mungkin menyadari perubahan respon anak pada usia ini. Ketika bayi, mereka dengan mudahnya mau di gendong oleh orang asing yang baru saja bertemu. Namun, ketika mulai menginjak 2 ½ tahun, mereka mulai menolak jika diminta menyapa atau berjabat tangan dengan orang baru. Pada masa inilah, secara alami muncul cara melindungi diri dari orang asing. Oleh karena itu, sangat penting orang memberikan informasi terlebih dahulu tentang kegiatan apa yang akan terjadi dan akan bertemu siapa saja. Sehingga anak akan merasa lebih nyaman dan tidak melakukan penolakan.

 

3 ½ – 4 ½ tahun : Perkembangan Kemampuan Menulis

Pada usia ini, anak akan sangat tertarik dengan kegiatan menulis. Kegiatan tracing lines seperti garis lurus, miring, bergelombang dan zig zag sangat membantu anak belajar melemaskan otot tangan ketika menulis. Selain itu, kegiatan meremas spon cuci piring, meronce, membuka dan menutup tutup botol juga membantu melatih koordinasi otot tangan dan mata yang sangat diperlukan untuk kemampuan menulis.

 

4 ½ – 5 ½ tahun : Perkembangan Kemampuan Membaca

Menstimulasi anak agar mereka cinta membaca dapat dilakukan sejak dini. Membacakan buku cerita adalah kegiatan yang paling sederhana namun dapat berdampak membuat anak mencintai membaca. Maka ketika usia 4 ½ tahun mereka akan siap untuk berlatih membaca. Dan pada usia ini pulalah belajar membaca akan lebih optimal.

 

Demikian periode sensitif yang secara umum dapat dijadikan pedoman orang tua untuk melatih kemampuan anak sehingga dapat lebih optimal.

Jika ada saran, kritik atau pertanyaan dapat langsung DM ke ig simplynurmasari. Terima kasih sudah berkunjung.

FREE DOWNLOADS

EPL

SENSORIAL

TEMATIK SD

ARTIKEL & TUTORIAL

MATH

EPL