Apakah Definisi Sensorial Pada Metode Montessori? - Simply Nurmasari

Apakah Definisi Sensorial Pada Metode Montessori?

BAGIKAN:

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on facebook
Share on telegram

Pernahkah bapak ibu membayangkan pergi ke suatu tempat dengan tanpa tahu tujuannya dan nama tempatnya?  Dapatkah dibayangkan seperti apa tempat itu? Dapatkah anda mendeskripsikan tempat itu? Dan jika benar anda mengunjungi tempat itu tanpa guidance, dapatkah anda menjelajahinya tanpa diperbolehkan bertanya sama sekali? Atau jika diperbolehkan bertanya tetapi anda tidak dapat berkomunikasi dengan bahasa setempat, apakah anda akan merasa kebingungan? Dengan segala keterpaksaan di atas, dapatkah anda menikmati perjalanan itu?

Mungkin jawaban bapak ibu akan berbeda karena sudah pernah mengalami pengalaman yang berbeda. Sekarang mari kita tempatkan posisinya adalah anak usia 3 tahun yang belum memiliki pengalaman sebanyak orang dewasa. Menurut bapak ibu apakah anak-anak ini akan merasa nyaman jika diberi instruksi tanpa bekal? Inilah gambaran jika ada anak usia 0-6 tahun belum mengenal suatu objek namun langsung dipaksa mengerti tentang konsep benda itu.

Dalam hal ini, sangat penting melatih dan mempertajam indra (senses) yaitu untuk mengenalkan dunia pada anak. 5 indra yang dilatih yaitu indra penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa. Misalnya, ketika kita mengenalkan tentang pelangi pasti kita akan menjelaskan tentang warna apa saja yang menyusun pelangi dan bentuknya seperti apa itu pelangi.

Cara anak mempelajari suatu konsep mereka akan melihat bagaimana bentuknya dan warnanya. Mereka akan menyentuh objeknya apakah halus, kasar, lunak atau keras. Anak juga bahkan membaui objeknya apakah wangi atau bau tidak sedap. Terkadang jika mereka bisa mendengar objeknya karena dapat menghasilkan suara jika di ketuk-ketuk atau terbanting. Dan mungkin saja jika objeknya dapat dimakan mereka akan mencobanya dan merasakan apakah itu manis, asin, asem atau tawar. Semua usaha-usaha yang disebutkan tadi adalah kegiatan sensorial.

Tentu saja banyak manfaat bagi anak jika kemampuan sensorialnya terlatih. Berikut adalah manfaat dari melatih kemampuan sensorial.

  1. Melatih perkembangan kognitif

Kegiatan-kegiatan sensori dapat membantu melatih perkembangan kognitif anak yang dibutuhkan sebagai bekal sekolah. Dalam kegiatan sensori anak dilatih untuk menajamkan kemampuan konsentrasi. Selain itu, dalam kegiatan sensori anak di ajak untuk menganalisa suatu proses kegiatan, misalnya ketika bekerja dengan puzzle. Anak akan diajak untuk berlatih mencari setiap kepingan puzzle agar menjadi gambar yang utuh.

 

  1. Meningkatkan perkembangan bahasa

Ketika anak bekerja dengan kegiatan sensori, mereka akan diajak untuk menganalisa suatu bentuk, warna, jenis, ukuran dan sebagainya. Dengan begitu setiap bekerja dengan 1 objek, akan banyak kosakata yang mereka pelajari. Sehingga mereka dapat gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika anak usia 3 tahun sedang meminta suatu benda pada orang tuanya, mereka dengan mudah dapat mendeskripsikan ciri-cirinya ketika mereka belum mengetahui nama dari objek yang baru dilihat. Misalnya, kegiatan sensory play dengan water beads yang digunakan untuk membuat kolam kodok, maka anak dapat sekaligus diajak belajar siklus hidup kodok.

  1. Melatih perkembangan sosial dan emosi

Mempertajam kemampuan indra (senses) berarti melatih kemampuan visual, pendengaran, perabaan, penciuman, dan perasa. Jika kemampuan-kemampuan ini sudah terlatih dengan baik, maka ketika anak usia pra sekolah ini bertemu dengan orang asing, melakukan kegiatan baru, merasakan tempat yang tidak pernah didatangi ataupun diajak untuk mencoba makanan baru akan lebih nyaman dan tenang. Semua ini dikarenakan mereka sudah mempunyai bekal tentang dunia yang akan mereka hadapi. Contoh kegiatan yang dapat membantu latihan kontrol emosi yaitu mempertajam indra taktil (peraba). Menempel dengan lem menggunakan bahan alam seperti kacang, wijen, dsb adalah salah satu contoh kegiatan yang dapat mempertajam indra taktil.

  1. Melatih perkembangan motorik

Salah satu contoh kegiatan sensori yang dapat melatih perkembangan motorik anak adalah bermain pasir dan playdough. Mencetak pasir dengan cetakan memberikan stimulasi pada indra peraba si kecil sehingga kemampuan membedakan benda kasar dan halus pada anak terlatih. Sekaligus perkembangan motorik halus anak juga terlatih ketika anak menekan-nekan pasir pada cetakan. Kemampuan motori halus inilah dasar yang dibutuhkan untuk menulis.

  1. Sebagai dasar konsep matematika

Dalam permainan sensori kegiatan yang dilakukan adalah mengelompokan benda yang sesuai dengan warna, bentuk, dan ukurannya. Mengelompokan dan mengklasifikasi adalah dasar kegiatan yang ada dalam ilmu matematika. Konsep bentuk dan ukuran  merupakan ilmu dasar yang juga dipelajari dalam matematika.

Demikian penjelasan tentang manfaat kegiatan Sensorial dalam metode Montessori. Jika ada saran, kritik atau hal yang ingin ditanyakan sila DM ke Instagram simplynurmasari.

 

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

FREE DOWNLOADS

EPL

SENSORIAL

TEMATIK SD

ARTIKEL & TUTORIAL

MATH

EPL